Lowongan Kerja BUMN Balai Pustaka Persero

Share
Ujian CPNS akan diselenggarakan dengan cara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa wajib mempelajari untuk persiapan ujian CPNS nanti. Info lengkapnya :
Klik Disini >>

Lowongan Kerja BUMN Balai Pustaka Persero

Posisi : Staf Perpustakaan

Persyaratan :

  1. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan informasi (diutamakan dari universitas negeri di Indonesia) jenjang S-1/D-3
  2. Mahir mengoperasikan Microsoft Office
  3. Mahir dalam data surfing, web developing dan maintenance, dan aktif dalam social media
  4. Menguasai system perpustakaan dan database berbasis SLiMs
  5. Menguasai bahasa Inggris
  6. Lulus tahun 2010 -2014 (fresh graduate)
  7. Laki-laki

Lowongan ditutup tanggal 2015. Jika anda tertarik dan memenuhi kriteria tersebut, dapat mengirimkan aplikasi ke Departemen SDM melalui email: sdm@balaipustaka.co.id
Sumber Lowongan

Company Profile

Balai Pustaka resmi berdiri pada tanggal 22 September 1917 sebagai kelanjutan Commisie voor Inlandsche School en Volklectuur yang dibentuk tanggal 14 September1908. Puluhan buku dan majalah diterbitkan saat itu dalam bahasa Melayu dan berbagai bahasa daerah. Para sastrawan dan tokoh pergerakan seperti Abdoel Moeis memanfaatkan Balai Pustaka untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan hingga lahir Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Budayawan Marah Rusli, Muhammad Yamin, Idrus, Hamka, hingga Sutan Takdir Alisjabhana juga menyebarkan pikiran kebangsaan melalui lembaga ini. Sebelum merdeka, Balai Pustaka telah membangun sekitar 2.800 Taman Bacaan Rakyat. Selanjutnya, Balai Pustaka menjadi pilar sastra dan budaya bangsa yang melibatkan sosok seperti HB Yassin hingga Achdiat K. Mihardja, juga menjadi sarana negara untuk menyediakan buku-buku pendidikan.

Dalam perjalanannya Balai Pustaka telah mengalami pasang surut. Sekitar tahun 1970-an banyak muncul penerbit baru yang menggunakan teknik grafika yang relatif modern. Agar tidak kalah dengan penerbit-penerbit swasta, Balai Pustaka terus-menerus mengadakan pengembangan, baik pengembangan sumber daya manusia maupun peralatan kerja yang berupa mesin-mesin. Balai Pustaka telah banyak mencetak dan menerbitkan buku mencapai 5000 judul, tidak termasuk buku cetak ulang dan buku teks pelajaran. Buku-buku yang diterbitkan itu terdiri atas jenis buku ilmu pengetahuan sebanyak 1.766 judul. Karya sastra menempati urutan kedua sebanyak 1.616 judul, sedangkan jenis buku anak-anak/remaja sebanyak 1.618 judul. Buku jenis ilmu pengetahuan disajikan dalam 16 bahasa, jenis sastra dalam 10 bahasa, sedangkan jenis bacaan anak/remaja dalam 8 bahasa.

Selain buku pendidikan, buku jenis sastra yang berbentuk roman atau novel banyak yang mengalami cetak ulang. hal ini menandakan bahwa buku-buku tersebut sangat diminati. Buku-buku yang dimaksud itu antara lain: Salah Asuhan, karangan Abdul Muis, terbitan pertama pada tahun 1928; Sitti Nurbaya, karangan Marah Rusli, terbitan pertama pada tahun 1922; Layar Terkembang, karangan Sutan Takdir Alisjahbana terbitan pertama tahun 1937; Salah pilih, karangan Nur Sutan Iskandar, terbitan pertama tahun 1928; Atheis, karangan Achdiat K. Mihardja, terbitan pertama tahun 1949 serta Si Jamin dan si Johan, karangan Merari Siregar, terbitan pertama tahun 1921.

Masih banyak lagi buku lain yang sukses secara konten dan pemasaran. Roman-roman atau novel yang ditulis pada zaman Hindia Belanda tersebut juga dapat dipergunakan sebagai bukti bahwa sebenarnya bukan hanya masalah kawin paksa yang dipermasalahkan oleh para pengarang, melainkan juga masalah perbedaan dasar nilai-nilai budaya antara Barat dan Timur.

Memasuki Era Pembangunan, dalam tahun 1974 Balai Pustaka mulai bangkit seirama dengan pembangunan di segala bidang. Dalam waktu singkat Balai Pustaka mulai merehabilitasi kedudukannya sehingga memperoleh kepercayaan dari instansi Pemerintah dan badan-badan swasta. Jumlah buku yang diterbitkan dan dicetak dari berbagai jenis terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebangkitan kembali Balai Pustaka terutama sekali karena dukungan kebijaksanaan Pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0144/M/1976 tanggal 25 Juni 1976 tentang Hak Penerbitan Buku Pelajaran hasil Proyek Paket Buku kepada PN Penerbitan Balai Pustaka.

Dalam perjalanan ke depannya seiring dengan berbagai perubahan statusnya, Balai Pustaka terus berupaya menghadapi tantangan dan tugas beratnya yang sekaligus melaksanakan tanggung jawab mulia, yang harus disambut dengan kerja keras, disiplin tinggi, profesionalisme yang unggul dalam menghadapi perkembangan global. Pada tahun 2008, manajemen baru melakukan transformasi yang meneguhkan kembali Balai Pustaka sebagai korporasi pelestari dan pengembang budaya. Sebuah posisi yang juga berperan membangun karakter bangsa. Di sinilah kontribusi Balai Pustaka sebagai institusi ‘warisan budaya’ bangsa dalam mengantarkan Indonesia pada masa depan yang jaya.

Share