Lowongan Kerja Terbaru Astra International – S1 Sipil / Arsitektur

Share
Ujian CPNS akan diselenggarakan dengan cara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Apakah Anda sudah mengenal bagaimana itu ujian CAT CPNS..?
Anda bisa wajib mempelajari untuk persiapan ujian CPNS nanti. Info lengkapnya :
Klik Disini >>

Lowongan Kerja Terbaru Astra International

Posisi : Management Trainee Quantity Surveyor (Kode Posisi: MT-QS)

Persyaratan :

  1. Max. 27 tahun
  2. Min. Sarjana (S1) dari Arsitektur & Teknik Sipil (Universitas terkemuka disukai)
  3. Min IPK 3,00
  4. Lebih disukai mereka yang memiliki kompetensi teknis dalam jumlah surveyor
  5. Memiliki kemampuan dalam AUTO CAD 2D & 3D, SAP2000, dan Microsoft Visual Basic akan diprioritaskan
  6. Aktif terlibat dalam kegiatan organisasi & keterampilan analitis yang kuat
  7. Fasih berbahasa Inggris (lisan & tertulis)

Manfaat:

  • Besar kesempatan & pengalaman bekerja di The Biggest Main Dealer Toyota di Indonesia, salah satu yang terbaik perusahaan di Grup Astra
  • Paket kompensasi (makan, tunjangan transportasi dan kesehatan, Jamsostek, dana pensiun dan paket keuangan menarik lainnya)
  • Program pembangunan: dalam pelatihan kelas & on the job training

Lowongan ditutup tanggal 30 April 2015. Jika anda tertarik, silakan Kirimkan surat lamaran Anda, CV ke:
recruitment@tso.astra.co.id
(Kode Posisi: MT-OS)
Sumber Lowongan

Company Profile

Astra International sudah memperlebar lini bisnisnya tak hanya dalam usaha yang berkenaan dengan otomotif melainkan kini mempunyai 6 inti usaha: Otomotif, Agribisnis, Teknologi Informasi, Infrastruktur, Jasa Keuangan, dan Alat Berat. Sejumlah aliansi strategis dengan pemain global ternama dari bermacam industri sudah dibangun. Grup Astra mempunya karyawan atau tenaga kerja 180 ribu orang, pada akhir tahun 2007, yang tersebar di 160 anak perusahaan. Jardine Cycle & Carriage Singapura, ialah pemegang saham mayoritas Astra International, di mana kemudian tergabung dalam suatu lembaga yang bernama Jardine Matheson Group. Pengoperasian Astra International sudah laa berpusat di sekitar otomotif dan distribusi manufaktur, di mana keduadivisi tersebut menjadi divisi yang terbesar, pada tahun 2012, nyaris 52 persen dari total penjualan sebesar 188 triliun rupiah. Pada awal milennium, kegiatan pasar impor Indonesia dibuka, terkhusus dengan dengan sesama anggota komunitas ekonomi ASEAN, situasi demikian sudah barang tentu memaksa Astra International untuk dapat beradaptasi. Astra International, pada Mei tahun 2003, menjual nyaris semua kepemilikannya di otomotif manufaktur venture lama bersama dengan Toyota. Manuver demikian diambil agar hasil dari penjualan tersebut dapat dibayarkan kepada utang yang sebesar 1 milliar dollar, sehingga fokus Astra International kembali terkhusus pada jaringan distribusi dan penjualan otomotif di mana masih tetap yang yang terbesar di Indonesia. Astra International mempunyai hak distribusi yang istimewa untuk Toyota, BMW, Isuzu, Peugeot, dan Nissan Diesel. Astra Internationa pun mengoperasikan aktifitas operasional manufaktur untuk Daihatsu dan Isuzu kendaraan tertentu, serta manufaktur eksklusif dan hak distribusi untuk sepeda motor Honda, merek sepeda motor ternama di Indonesia. Divisi Astra International lainnya, yaitu Jasa Keuangan, terkhusus untuk membiayai pembelian mobil, yang menyumbang 5,4% dari penjualan tahun 2012. Divisi lain berikutnya adalah Agribisnis, yang menghasilkan dari penjualan sebesar 6,6%. Dan divisi selanjutnya, yaitu manufaktur alat berat dan berbasis kayu produksi, yang bersama-sama menambahkan hampir 2,5 persen dari penjualan. Nyaris seluruh operasi perusahaan yang berfokus pada pasar Indonesia, datanya berdasarkan demikian. Astra International tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1990, Astra International sudah menjadi perusahaan publik, saat ini kesohor selaku Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 tercatat sebesar 31,05 triliun rupiah. Keuletan dalam menjalin kemitraan dan kerja sama dengan bermacam perusahaan ternama di mancanegara sudah menjadikan banyak kesempatan untuk Astra International untuk melayani bermacam lingkup kehidupan masyarakat Indonesia melalui enam divisi usahanya, sebagaimana sudah diketahui yaitu: Otomotif, Agribisnis, Infrastruktur, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan. Astra International mempunyai filosofi tersendiri di dalam mengatur menjalankan bisnisnya, yaitu Catur Darma, yang terdiri dari: Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan; Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara; Menghargai Individu dan Membina Kerja Sama; Senantiasa Berusaha Mencapai yang Terbaik. Dalam rangka mengoperasikan roda perusahaan, manajemen Astra International  mempercayai dan memahami bahwasanya setiap keputusan usaha yang diambil harus menurut pada landasan Catur Dharma. Sepanjang sejarah Astra International, nilai-nilai falsafah itu kerap menjadi acuan manajemen. Dan seiring berjalannya waktu nilai-nilai itu kian terinternalisasi dan tercermin dalam semua lingkup operasional perusahaan. Meskipun demikian, dengan perkembangan usaha yang kian kompleks, dirasakan kian butuh adanya suatu proses tata kelola yang terstruktur untuk mengelola kegiatan bisnis Astra Internatioan supaya tetap senada dengan Catur Dharma serta mengarahkannya supaya tetap berlangsung di masa yang akan datang. Situasi ini mendorong memulainya sebuah inisiatif pada akhir tahun 2006 untuk menyusun suatu pedoman agar dalam menata kelola usahanya Direksi tetap profesional, transparan dan bertanggung jawab. Dalam perkembangannya pedoman itu selanjutnya  dikenal selaku Pedoman Good Coorporate Governance (GCG) yang juga menjadi acuan bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dalam mengoperasikan perusahaan supaya senantiasa memperhatikan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar Perseroan serta prinsip GCG yaitu akuntabilitas, responsibilitas, transparansi, dan kesetaraan.

Share